Teruntuk akhi yang masih di dalam hati ana
Yang menjadi alasan ana masih menorehkan tinta bolpoinku di sekolah ini, meski antum tidak tau kehadiran ana.
Maafkan ana akhi, tapi ana masih takut menjadi fitrah ini menjadi fitnah buat ana.
Ketahuilah akhi, tanpa kehadiran akhi mungkin Allah belum membukakan pintu hati ana untuk lebih mendekat kepada-Nya. Terimakasih atas sakit hati yang pernah antum berikan,
melalui itu ana bisa mencurahkan seluruh perasaan ana hanya kepada Allah Swt. yang maha penyayang dan maha pengasih...
Akhi...
Kau datang dengan penuh keakraban cinta dan kasih sayang..
Tapi maaf ana bukan termasuk orang yang pandai tentang masalah cinta..
Antum datang dengan senyum manismu
Tapi ana kini tau, diballik senyuman manismu itu terkandung sejuta fitnah
yang dapat menyeret ana ke lembah maksiat.
Aku tau akhi adalah orang baik, tapi maaf akhi aku pernah menyakiti dengan kata kata kasar
Mungkin akhi tidak bisa memaafkan, saat itu ana sedang di bendung oleh emosi.
Rasa cemburu itu meledak.
Maka dari itu, ana sekarang menjaga hati ana untuk tidak membukanya kepada sembarang orang.
Hanya kepada nama seorang yang tertulis di Lauhul Mahfudz, seseorang yang kelak akan mendampingi ana seutuhnya.
Sekali lagi terimakasih untuk antum,
La tahzan apapun yang terjadi Akhi :) Ana tunngu di Samudera Syurga
L**** C
Wassalamualaikum,,

Tidak ada komentar:
Posting Komentar